Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa Benturan dan hempasan terpahat di keningmu Kau nampak tua dan lelah Keringat mengurcur deras Namun engkau tetap tabah Meski napasmu kadang tersenggal Memikul beban yang kian masih sarat Kau tetap bertahan
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini, Keriput tulang pipimu gambaran perjaungan, Bahumu yangg dulu kekar legam terbakar matahari Kini kurus dan terbungkuk Namun semangat tak pernah pudar Meski langkahmu kadang gemetar Kau tetap setia
AYAH, dalam hening sepi kurindu Untuk, menuai padi milik kita Tapi kerinduan hanya tinggal kerinduan Anakmu sekarang banyak menanggung beban.
#Epiosde ini, aku persembahkan buat ayahku tercinta yang hanya sebentar hadir dalam hidupku. Ya , hanya sampai aku kelas lima SD. Lalu ayah meninggalkanku. Peluk cium dan do'a indahku buat Ayahanda Almarhum Muhammad Ta'ah.
0 comment
Terima kasih sudah mampir dan komen di blog saya. Mohon tidak komentar SARA, Link Hidup. Semoga makin kece, sehat dan banyak rejeki ya. Aamiin